Penjaminan mutu pendidikan tinggi merupakan program yang penting dan wajib dilaksanakan oleh semua institusi penyelenggara pendidikan tinggi berdasarkan Undang-undang No.20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Menteri Pendiidkan dan Kebudayaan No.3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Adapun pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan tinggi telah diatur sesuai Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi No. 44 Tahun 2015 dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 16 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Pelaksanaan dan implementasi sistem penjaminan mutu merupakan aspek yang menentukan untuk  meningkatkan daya saing perguruan tinggi. Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi terdiri atas: Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI); dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). SPMI direncanakan, dilaksanakan, dikendalikan, dan dikembangkan oleh Akfaryamasi. SPME direncanakan, dilaksanakan, dikendalikan, dan dikembangkan oleh BAN PT dan/atau LAM melalui akreditasi sesuai dengan kewenangan masing-masing. Luaran penerapan SPMI oleh perguruan tinggi digunakan oleh BAN-PT atau LAM untuk penetapan status dan peringkat terakreditasi perguruan tinggi atau progam studi.

SPMI dan SPME mengacu pada Standar Pendidikan Tinggi. Pengelolaan Pendidikan Tinggi menempatkan akuntabilitas, evaluasi, akreditasi dan otonomi sebagai prinsip dasar dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi sedangkan kualitas ditepatkan pada pusatnya.Ini bermakna bahwa mutu adalah pusat dari penerapan keempat prinsip pengelolaan pendidikan tinggi

Kewenangan otonom pada pendidikan tinggi menuntut prasyarat penerapan Good University Governance (GUG) terlebih dahulu, terutama dalam aspek akuntabilitas dan transparansi. Telah disadari bersama bahwa perbaikan dan penjaminan mutu dapat menjadi titik awal untuk mewujudkan akuntabilitas dan transparansi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Oleh sebab itu, penerapan Sistem Penjaminan Mutu merupakan suatu keharusan.

Sistem Penjaminan Mutu di Akfaryamasi sebagai  kegiatan  sistemik  untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan. Tujuan akhirnya adalah tumbuhnya dan terpeliharanya budaya    mutu    dari    semua    sivitas    akademika    Sistem Penjaminan Mutu berfungsi mengendalikan penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu .

Akfaryamasi menetapkan Unit Penjaminan Mutu Internal disingkat UPMI untuk melaksanakan sistem penjaminan mutu kegiatan tridharma perguruan tinggi. UPMI menyusun Rencana Strategis (Renstra UPMI Akfaryamasi), yang merupakan serangkaian rencana tindakan dan kegiatan mendasar, untuk diimplementasikan dalam rangka mencapai tujuannya. Tujuan penetapan Renstra UPMI adalah:

  1. Merumuskan kebijakan dan langkah strategis  berkaitan dengan penguatan SPMI di Akfaryamasi
  2. Merumuskan Sasaran dan Strategi pencapaian target kinerja yang telah direncanakan